JAKARTA, BALITACERDAS.COM -Indonesia sedang memasuki era baru dalam pengembangan dan penerapan teknologi digital dengan pertumbuhan yang cepat. Melalui berbagai proyek metaverse di berbagai negara, WIR Group sebagai perusahaan teknologi digital anak bangsa, telah menunjukkan kemampuan dan potensi Indonesia di bidang teknologi digital kepada dunia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate mengapresiasi kiprah dan keberhasilan perusahaan teknologi besutan anak negeri yang mendunia. WIR Group telah melaksanakan IPO (Initial Public Offering) dan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) belum lama ini. Dan WIR Group menjadi perusahaan teknologi metaverse pertama di Asia Tenggara yang Go Public.

“Melalui berbagai proyek metaverse yang berhasil dikerjakan di luar negeri serta berbagai penghargaan internasional yang diperoleh, WIR Group telah menunjukkan kepada dunia mengenai kemampuan dan potensi Indonesi di bidang teknologi digital dan kreatif. Selain itu, kami juga melihat WIR Group sejak awal membangun Metaverse Indonesia mendesain platform-nya dengan basis kearifan lokal dan nilai-nilai luhur bangsa sehingga tidak menduplikasi metaverse versi negara lain,” ungkap Menteri Johnny di Jakarta akhir pekan (30/4/2022) lalu.

Sebelumnya, PT WIR Asia Tbk (WIR Group) yang tengah membangun platform Metaverse Indonesia itu telah mencatatkan sahamnya di BEI dengan kode “WIRG”. Sambutan pasar pun positif, tercermin dari banyaknya pemesanan terhadap saham perdana WIR Group dan pergerakan harga saham WIRG yang terus menguat sejak diperdagangkan di bursa.

“Ini menunjukkan bahwa investor menilai WIR Group memiliki fundamental yang kuat serta menyadari berbagai potensi bisnis yang dapat dikembangkan melalui metaverse karena masyarakat makin menyadari pentingnya mengadopsi teknologi tinggi,” ujar Menkomifo.

Kementerian Kominfo selama ini berupaya mendorong dan memberikan dukungan serta bimbingan terhadap berbagai perusahaan teknologi seperti WIR Group maupun perusahaan unicorn dan startup lainnya. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat pada umumnya, termasuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat memanfaatkan metaverse untuk pengembangan kapabilitas dan kapasitasnya.

Lebih dari itu, Menkominfo menilai pembangunan Metaverse Indonesia oleh WIR Group merupakan kontribusi anak bangsa untuk memastikan agenda transformasi digital berjalan secara masif dan menempatkan peran Indonesia dalam kancah web 3.0 dan dunia internasional.

“Untuk itu perlu dikembangkan literasi metaverse agar masyarakat memahami secara jelas pengertian metaverse, bukan hanya mengenai Virtual Reality (VR) semata atau Non-fungible tokens (NFT) saja. Juga diperlukan pengembangan human capital dan infrastrukturnya pun harus harmonis dan sejalan dengan pengembangan teknologi digitalisasi,” papar Menteri Johnny.

Seperti diketahui, Virtual Reality atau realitas maya merupakan sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut. Sedangkan Non-fungible tokens (NFT) adalah aset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam game, dan video. Aset tersebut dibeli dan dijual secara online, seringkali dengan cryptocurrency, dan umumnya dikodekan dengan perangkat lunak dasar yang sama dengan banyaknya cryptos.

Ekosistem Metaverse

Sementara Direktur Utama PT WIR Asia Tbk Michael Budi Wirjatmo menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah melalui Kementerian Kominfo yang telah mendukung berbagai upaya pengembangan teknologi yang berbasis pada augmented reality (AR), virtual reality (VR) dan artificial intelligence (AI).

“Dukungan penuh dari Pemerintah selama ini telah memberi kami keleluasaaan untuk mengembangkan dan masuk ke berbagai sektor, terutama untuk mewujudkan hadirnya teknologi metaverse secara pesat di Indonesia, melalui berbagai ekosistem yang akan memperkaya platform metaverse ini,” ujarnya.

Hingga kini WIR Group telah menjalin kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai sektor industri, pendidikan, bisnis dan UMKM dalam pengembangan teknologi metaverse sehingga memungkinkan hadirnya Indonesia yang utuh dalam ekosistem Metaverse Indonesia seperti telah direncanakan Pemerintah.

“Kami juga berharap upaya ini dapat mendukung percepatan penerapan ekonomi digital yang direncanakan Pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat. Kami akan melanjutkan kepercayaan tersebut dengan terus mengembangkan inovasi untuk memberikan solusi teknologi bagi beragam sektor,” ungkap Michael Budi.*