<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BalitaCerdas &#187; Perkembangan Anak</title>
	<atom:link href="http://balitacerdas.com/new/category/perkembangan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balitacerdas.com/new</link>
	<description>Info Anak Balita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 16:50:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Merangsang Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2009/04/merangsang-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2009/04/merangsang-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 10:11:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2008/04/merangsang-kecerdasan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas. Namun, yang masih menjadi pertanyaan, apa saja yang dibutuhkan si kecil agar pertumbuhan otaknya menjadi optimal ? Otak merupakan benda yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon,pernapasan, emosi dan berbagai macam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang tua mana yang tidak ingin anaknya cerdas. Namun, yang masih menjadi pertanyaan, apa saja yang dibutuhkan si kecil agar pertumbuhan otaknya menjadi optimal ?</p>
<p>Otak merupakan benda yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh, pengaturan tekanan darah, sekresi hormon,pernapasan, emosi dan berbagai macam kegiatan manusia. <span id="more-63"></span><br />
Berbagai proses dalam otak itu yakni peenambahan sel (poliferasi), perpindahan sel (migrasi), perubahan sel (differensiasi), pembentukan system jalinan saraf antara satu dengan lainnya (sinaptogenesis) dan pembentukan selubung saraf (mielinisasi).</p>
<p>Yang penting dicatat, organ ini tumbuh secara luar biasa pada masa anak-anak. Sampai pada usia 2 tahun berat otak akan mencapai 75% otak dewasa. Menurut dr. Hartono Gunadi, Sp.A, dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, sampai dengan bayi berusia 2 tahun, pertumbuhan dan perkembangan otak anak telah mencapai 90%.</p>
<p>Factor yang paling penting untuk pembentukan otak adalah factor nutrisi untuk mendukung pembentukan sel-sel otak. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap kehidupan annak, Anda perlu tahu nutrisi seperti apa yang berperan dalam pembentukan otak sang buah hati, mulai dari dalam kandungan hingga remaja.</p>
<p>Masih ada lagi hal yang penting pada proses pertumbuhan seorang anak, yakni proses tumbuh kembang. Makna pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah, ukuran, atau dimensi dalam tingkat sel, organ atau individu.</p>
<p>Sedangkan perkembangan lebih menitikberatkan pada aspek perubahan bentuk atau fungsi pematangan organ ataupun individu, termasuk perubahan aspek sosial atau emosional akibat pengaruh lingkungan.<br />
Yang jelas, untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak, Anda harus mengetahui factor dan aspek apa saja yang mempengaruhinya.<br />
<strong>Peranan Nutrisi</strong></p>
<p>Cikal bakal otak mulai terbentuk pada minggu ketiga kehamilan berupa lempeng saraf, berubah menjadi tabung saraf pada minggu keempat dan mulai terbentuk otak besar, batang otak, otak kecil dan medulla spinalis pada minggu kelima kehamilan.</p>
<p>Setelah bayi lahir, maka usia yang paling penting dalam pertumbuhan otak adalah 0-2 tahun. Periode tersebut penting karena masa ini adalah periode emas. Dalam periode inilah terjadi perkembangan saraf otak yang tercepat, khususnya mielinisasi. Selanjutnya memang terus terjadi perkembangan hingga usia 5 tahun, namun tidak secepat pada usia sebelumnya. Dalam masa ini maka yang terjadi adalah pengorganisasian perkembangan dan hubungan antar jaringan (impuls) otak.</p>
<p>Factor nutrisi berperan mulai dari kandungan, jadi seorang ibu yang hamil harus memperhatikan asupan gizi, bukan hanya untuk dirinya, juga untuk sang janin. Yang harus diperhatikan adalah protein dan asam lemak esensial.</p>
<p>Air susu ibu (ASI) adalah makanan terbaik untuk bayi. Setelah bayi lahir, kebutuhan zat gizi dilakukan melalui pemberian ASI Eksklusif sejak hari pertamanya sampai usia 6 bulan. Tapi setelah proses menyusui terlampaui, Anda harus memikirkan nutrisi sang anak.</p>
<p>Bagi Anda yang tak dapat menyusui anak karena sesuatu hal, pemilihan nutrisi untuk bayi harus dipertimbangkan dengan matang, demi perkembangan kecerdasannya. Nutrisi yang diyakini dapat meningkatkan kualitas otak anak adalah asam lemak DHA (asam dokosaheksanoat) dan AA (asam arakhidonat). Asam lemak ini merupakan asam lemak esensial, artinya tidak dapat dibentuk oleh tubuh sehingga harus ditambah dari luar.</p>
<p><strong>Faktor Pendukung</strong></p>
<p>Setelah otak seorang anak terbentuk, maka ada berbagai factor yang mempengaruhi perkembangannya. Teramat sayang bila anak Anda sudah memiliki sel-sel otak yang berkualitas, namun dibiarkan tanpa didukung perkembangannya.</p>
<p>Factor pendukung antara lain perhatian dan kasih sayang orang tua dan lingkungannya yang berpengaruh bagi aspek emosi. Mulai dari kontak fisik, sentuhan, belaian dan nyanyian.</p>
<p>Factor yang tak kalah pentingnya yaitu kebutuhan mental, misalnya proses pembelajaran, agama dan kepribadian. Factor pendukung inilah yang dapat menjadi stimulasi bagi perkembangan otak anak, juga akan mengaktifkan sel otak anak Anda sehingga perkembangannya akan lebih terpacu.<br />
Stimulasi ini penting sekali, sebab, jaringan saraf otak akan hilang dengan sendirinya apabila jarang atau tidak pernah sama sekali mendapat stimulasi.<br />
Stimulasi pada anak dapat diterima melalui sentuhan, pendengaran, penglihatan, pengecapan yang kesemuanya sudah dapat diproses sejak bayi baru lahir. Pemprosesan informasi atau stimulasi dari luar tergantung dari takaran dan derajat stimulasi yang diterima serta kemampuan si anak memproses stimulasi tersebut.</p>
<p>Interaksi orangtua dengan penuh kasih sayang dapat merangsang imajinasi dan gagasan kreatif anak. Stimulasi dapat dimulai dari dalam kandungan. Contohnya, si ibu yang hamil bisa mendengarkan musik sambil mengelus perutnya.</p>
<p>Contoh lain stimulasi setelah anak lahir adalah dengan bercerita atau mendongeng. Mendongeng selain dapat mengajarkan kata-kata, juga dapat menjadi simbolisasi pendidikan. Misalnya bagaimana berbuat baik dan bagaimana memecahkan suatu masalah.</p>
<p>Kemudian permainan juga merupakan stimulasi yang sangat tepat bagi anak. Usahakan memberi variasi permainan dan sangat baik kalau orangtua melibatkan diri secara langsung dalam permainan. Perlu diingat juga, jangan selalu melarang anak melakukan aktivitas sepanjang tidak berbahaya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2009/04/merangsang-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rasa Ingin Tahu Anak Besar = Anak Cerdas. Benarkah??</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2009/03/rasa-ingin-tahu-anak-besar-anak-cerdas-benarkah/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2009/03/rasa-ingin-tahu-anak-besar-anak-cerdas-benarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Mar 2009 15:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2006/08/16/rasa-ingin-tahu-anak-besar-anak-cerdas-benarkah/</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda sudah banyak membaca buku ataupun menerima banyak informasi tentang perkembangan anak, pasti anda pernah mendapatkan pernyataan berikut: &#8220;Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.&#8221; Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian kenyataannya? (Semoga anda tidak menjadi ragu dengan 2 pertanyaan di atas.) Memang BENAR bahwa salah satu ciri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda sudah banyak membaca buku ataupun menerima banyak informasi tentang perkembangan anak, pasti anda pernah mendapatkan pernyataan berikut:</p>
<p>&#8220;Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.&#8221;</p>
<p>Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian kenyataannya?<span id="more-27"></span><br />
(Semoga anda tidak menjadi ragu dengan 2 pertanyaan di atas.)</p>
<p>Memang BENAR bahwa salah satu ciri anak cerdas adalah anak yg rasa ingin tahunya besar, selalu bertanya tentang banyak hal.</p>
<p>TETAPI, ada satu hal lagi yg perlu menjadi perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.</p>
<p>Apa itu?</p>
<p>Setelah anak mengajukan pertanyaan, ada 1 tahapan lanjutan yg bisa dijadikan acuan apakah dia benar-benar ingin tahu, yaitu:</p>
<p>&#8220;APAKAH ANAK BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN JAWABANNYA.&#8221;</p>
<p>Anak yg cerdas akan bertanya banyak hal karena memang dia ingin tahu jawabannya. Biasanya, jika anak tersebut bertanya, dia akan &#8216;mengejar&#8217; jawaban kita dengan pertanyaan lanjutan, sampai kita orangtua menjadi kewalahan dalam menjawabnya.</p>
<p>Inilah salah satu ciri-ciri anak cerdas yang sebenarnya!</p>
<p>Kadang-kadang kita melihat anak yang selalu bertanya, tetapi sebelum dijawab anak tersebut sudah bertanya lagi hal yang lain lagi secara terus menerus. Hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut tidak benar-benar ingin tahu terhadap apa yang ditanyakannya.</p>
<p>Menghadapi anak seperti itu, kita perlu mengarahkan sedikit demi sedikit, sehingga anak menjadi bisa memfokuskan dirinya terhadap apa yang ingin diketahuinya.</p>
<p>Kemudian, sarana TERBAIK untuk memuaskan keingin-tahuan anak adalah dengan menyediakan buku, dan mengajarkan anak MEMBACA sejak dini.</p>
<p>Aktivitas membaca mempunyai pengaruh terbesar dalam kehidupan berpikir seorang anak, yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap tingkat kecerdasan anak.</p>
<p>Untuk menstimulasi hal tersebut, kita perlu memberikan kegiatan lanjutan setelah anak selesai membaca dalam suasana yang menyenangkan. Misalnya, kita bisa membuat quiz tentang isi dari bacaan tersebut, dlsb. Hal ini perlu untuk melatih anak belajar menguasai isi bacaan tersebut.</p>
<p>Pemahaman terhadap isi bacaan merupakan tahap lanjutan yang sangat penting untuk diajarkan setelah anak mulai lancar membaca.</p>
<p>Yang lebih penting lagi:</p>
<p>JANGAN memaksa anak untuk membaca!</p>
<p>Beri kebebasan kepada anak untuk memilih buku yang ingin dibacanya.</p>
<p>INGAT, yang penting BUKAN APA yang dibaca oleh anak, TETAPI BAGAIMANA anak membacanya. Tentu saja, selama buku-buku tersebut sesuai untuk anak-anak.</p>
<p>Jangan samapai, misalnya, kita memaksa anak membaca buku tentang binatang, padahal anak sedang ingin membaca buku tentang angkasa luar.</p>
<p>Adil Fathi Abdullah dalam bukunya mengatakan:</p>
<p>&#8220;Andai kita berhasil membuat anak gemar dan menikmati aktivitas membaca serta menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan daya pikirnya, berarti kita telah memberikan kebaikan yang tidak ternilai dengan harta dunia.&#8221;</p>
<p>Anda setuju?</p>
<p>Saya sangat SANGAT sependapat dengan pernyataan diatas.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>catatan Redaksi: Banyak metode untuk mengajarkan anak membaca sejak dini. BalitaCerdas.com menyediakan FLASH CARD sebagai salah satu caranya. Informasi detilnya bisa dilihat di: www.balitacerdas.com/fc</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2009/03/rasa-ingin-tahu-anak-besar-anak-cerdas-benarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Warna pada Feses Bayi</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/arti-warna-pada-feses-bayi/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/arti-warna-pada-feses-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2008 15:58:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2006/08/16/arti-warna-pada-feses-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[Umumnya warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning, coklet, hijau, merah dan putih/keabu-abuan. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi kita, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut. KUNING Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai fases normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari fases yang dihasilkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Umumnya warna tinja pada bayi dapat dibedakan menjadi kuning, coklet, hijau, merah dan putih/keabu-abuan. Untuk mengetahui normal atau tidaknya sistem pencernaan bayi kita, dapat dideteksi dari warna-warna tinja tersebut.<span id="more-28"></span><br />
KUNING</p>
<p>Warna Kuning dapat diindikasikan sebagai fases normal untuk bayi, apabila bayi mendapat ASI yang penuh, tanpa campuran susu formula, warna kuning dari fases yang dihasilkan lebih cerah dan cemerlang(didominasi warna kuning. Yang berarti sibayi mendapat ASI penuh dari foremik (ASI depan) dan hindmilk(ASI belakang).</p>
<p>HIJAU</p>
<p>Warna Hijau pada fases bayi masih dikategorikan normal, tapi warna ini tidak boleh terus-menerus muncul karena hal tersebut berarti cara ibu memberikan ASI kurang tepat/belum benar (yang terhisap oleh bayi hanya foremik saja, kasus tersebut tejadi kalau produksi ASI melimpah.dimana sibayi selalu mengisap ASI depan terlebih dahulu yang mempunyai kandungan gula &amp; laktosa tapi rendah lemak yang membuat bayi cepat lapar kembali &amp; ASI belakang yang mengandung banyak lemak akan terhisap setelah foremik habis, padahal hidmik (ASI belakang) inilah yang membuat tinja menjadi kuning.</p>
<p>MERAH</p>
<p>Warna Merah pada fases bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertainya, darah tersebut bisa berasal dari tubuh bayi atau dari ibunya yang terisap pada saat proses persalinan,jika darah tersebut berasal dari ibunya, maka fasesnya akan ditemukan bercak hitam &amp; berlangsung 1 s/d 2 hari. Apabila darah tersebut bukan berasal dari 2 hal tersebut kemungkinan lainnya bisa karena alergi susu formula atau penyumbatan pada usus &amp; hal tersebut perlu penanganan cepat danh segera berkonsultasi pada dokter.</p>
<p>PUTIH/KEABU-ABUAN</p>
<p>Jika warna Putih/keabu-abuan pada kotoran bayi terjadi, maka hal tersebut harus segera diwaspadai. karena warna putih menunjukan gangguan yang cukup riskan yang mungkin disebabkan gangguan pada hatu/penyumbatan saluran empedu pada bayi. yang berarti cairan empedunya tidak dapat mewarnai tinjanya, yang berarti sibayi harus segera dibawa kedokter.</p>
<p>BENTUK FASES</p>
<p>Feses bayi di dua hari pertama setelah dilahirkan berbentuk aspal lembek setelah itu akan bergumpal seperti jeli, padat, berbiji &amp; berupa cairan. Fases bayi yang diberi ASI ekslusif akan berbentuk pasta/kream, berbiji &amp; cair seperti menceret</p>
<p>FREKUENSI BAB</p>
<p>Frekuensi BAB pada bayi berbeda-beda khususnya diminggu keempat &amp; keliam yang pertama, dalam sehari bisa lima kali.bayi yang minum ASI ekslusif bisa gak BAB sampai empat hari bahkan sampai tujuh hari, jangan kawatir itu normal selama perkembangannya tidak terganggu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/arti-warna-pada-feses-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Percaya Diri Anak dengan Belajar Angka</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/meningkatkan-percaya-diri-anak-dengan-belajar-angka/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/meningkatkan-percaya-diri-anak-dengan-belajar-angka/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 11:03:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2006/05/05/meningkatkan-percaya-diri-anak-dengan-belajar-angka/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu jenis kecerdasan di dalam Multiple Intelligence yang berhubungan erat dengan kesiapan anak masuk sekolah adalah Kecerdasan Logis/Numeris. Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan otak yang sedang berkembang untuk bermain-main dengan urutan angka, dan dapat berkembang pesat dengan banyaknya latihan. (catatan: faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan untuk melihat kesiapan anak masuk sekolah bisa dibuka di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu jenis kecerdasan di dalam Multiple Intelligence yang berhubungan erat dengan kesiapan anak masuk sekolah adalah Kecerdasan Logis/Numeris. Kecerdasan ini mengacu pada kemampuan otak yang sedang berkembang untuk bermain-main dengan urutan angka, dan dapat berkembang pesat dengan banyaknya latihan.</p>
<p>(catatan: faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan untuk melihat kesiapan anak masuk sekolah bisa dibuka di ebook &#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221; di http://ebook.balitacerdas.com)<span id="more-30"></span></p>
<p>Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kecerdasan logis/numeris ini, salah satunya adalah dengan bermain tentang berhitung dan angka sejak usia sedini mungkin dalam berbagai bentuk permainan yang menyenangkan setiap harinya.</p>
<p>Kemampuan anak dalam berhitung juga akan memberikan multiplier effect terhadap perkembangan kecerdasan lainnya seperti Kecerdasan diri/Intrapersonal, yaitu mampu MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI ANAK.</p>
<p>Anak yang sudah bisa berhitung pada saat masuk sekolah terbukti mempunyai tingkat percaya diri yang tinggi, dan ini memudahkan anak beradaptasi dengan lingkungan barunya.</p>
<p>Banyak sekali jenis permainan angka atau berhitung di dalam permainan sehari-hari. Misalnya, naik tangga sambil menghitung jumlah tangganya merupakan permainan yang sangat disukai anak sejak dia mulai belajar berjalan. Permainan ini sekaligus bisa mendorong anak untuk berlatih berjalan.</p>
<p>Di setiap kesempatan yang memungkinkan, jadikanlah berhitung sebagai bentuk permainan.</p>
<p>Ketika anak sudah cukup mengerti tentang angka, dan juga sudah mengerti konsep waktu seperti pagi, siang dan malam, biasanya anak akan mulai tertarik dengan konsep jam. Ini kesempatan yang sangat baik untuk mengajarkan cara membaca jam. Kemampuan membaca jam (yang bukan jam digital) akan mampu meningkatkan percaya diri anak.</p>
<p>Selain itu, bagi kita orangtua juga akan mempermudah melatih disiplin anak dalam membagi kegiatan sehari-hari.</p>
<p>Misalnya, jika sebelumnya kita tidak mudah menghentikan kegiatan bermain anak pada waktunya mandi sore, karena anak sudah mampu membaca jam, akan jauh lebih mudah mengajarkan batasan waktu kapan anak harus menghentikan atau memulai sebuah kegiatan.</p>
<p>Tetapi memang cukup sulit mengajar anak membaca jam (yang bukan digital). Untuk anak yang sudah mengenal angka, BalitaCerdas.com telah mendesain jam yang sangat efektif untuk mempermudah anak belajar membaca jam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/meningkatkan-percaya-diri-anak-dengan-belajar-angka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ONLI (lanjutan) &#8211; Bukti Hubungan KASIH SAYANG dengan KECERDASAN</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-lanjutan-bukti-hubungan-kasih-sayang-dengan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-lanjutan-bukti-hubungan-kasih-sayang-dengan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 16:08:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/11/12/onli-lanjutan-bukti-hubungan-kasih-sayang-dengan-kecerdasan/</guid>
		<description><![CDATA[Artikel saya tentang &#8221;ONLI&#8221; mendapatkan tanggapan yang sangat antusias sekaligus pertanyaan: &#8221;Apakah ada bukti dari pernyataan bahwa &#8216;Kasih Sayang ternyata tidak hanya mempengaruhi perkembangan emosi anak, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur otak&#8217; seperti yang tertulis di artikel tersebut?&#8221;. Seperti yang telah kita pahami bersama, perkembangan kecerdasan anak ditentukan oleh 2 HAL, yaitu JUMLAH [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel saya tentang &#8221;ONLI&#8221; mendapatkan tanggapan yang sangat antusias sekaligus pertanyaan: &#8221;Apakah ada bukti dari pernyataan bahwa &#8216;Kasih Sayang ternyata tidak hanya mempengaruhi perkembangan emosi anak, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur otak&#8217; seperti yang tertulis di artikel tersebut?&#8221;.</p>
<p>Seperti yang telah kita pahami bersama, perkembangan kecerdasan anak ditentukan oleh 2 HAL, yaitu JUMLAH SEL OTAK dan yang lebih lagi adalah JUMLAH DAN KEKUATAN INTERKONEKSI ANTAR SEL OTAK.<span id="more-31"></span><br />
ONLI sangat mempengaruhi 2 hal diatas!</p>
<p>Bagaimana hubungan KASIH SAYANG dengan ARSITEKTUR OTAK?</p>
<p>Di bawah ini saya kutip tulisan di buku &#8221;Brain Child&#8221;-nya Tony Buzan yang memberikan bukti hubungan tersebut.</p>
<p>&#8211;<br />
Kisah tentang Dua Bayi Kera</p>
<p>Ketika Jeepers dilahirkan di sebuah kebun binatang, ibunya memberikan dia perhatian sebagaimana normalnya seekor ibu kera, membawanya kemanapun dalam gendongannya, merawatnya, &#8221;meninjunya sekali-sekali&#8221; ketika dia menjadi pengganggu, berceloteh padanya juga dengannya, dan menyusuinya kapanpun dia menginginkan makanan. Mereka hidup dalam sebuah sangkar yang merupakan sebuah komunitas kera, dan Jeepers dengan cepat berlari-larian gembira bersama bayi-bayi kera lainnya.</p>
<p>Creepers tidak seberuntung itu. Ibunya mati sesaat setelah dia lahir, dan Creepers ditinggal dalam sebuah kandang yang di dalamnya hanya ada beberapa kera laki-laki yang lebih dewasa. Pemiliknya memberinya makan pada waktu-waktu tertentu, tapi tidak ada kera lain yang menimangnya, berceloteh padanya, merawatnya, dan peduli padanya. Dia duduk sendirian sepanjang hari, biasanya diam membisu, tampak sedih.</p>
<p>Kurang lebih setahun setelah kelahirannya, sebuah infeksi menyerang kebun binatang dan Jeepers dan Creepers mati dengan menyedihkan. Seorang psikolog yang menaruh minat pada perilaku kera melakukan otopsi otak kedua kera tersebut. Dia mendapati dengan takjub bahwa:</p>
<p>Jeepers memiliki sistem saraf mental yang berkembang baik, mirip sekali dengan sebatang pohon ek dengan jutaan cabang yang berjalinan dengan rumitnya.</p>
<p>Sistem saraf mental Creepers, sebaliknya, tampak seperti pohon kering. Benar-benar tidak berkembang!</p>
<p>Kasih sayang membuat sistem otak dan tubuh membuka diri, berfungsi dengan baik, menerima, melakukan eksplorasi, dan berkembang.<br />
&#8211;</p>
<p>Jelas sekali, bukti diatas menunjukkan betapa KASIH SAYANG sangat mempengaruhi perkembangan jaringan otak, yang artinya mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak.</p>
<p>JADI&#8230;<br />
jika anda merasa belum sepenuhnya mengungkapkan rasa kasih sayang anda terhadap sang buah hati di rumah,<br />
JANGAN TUNDA LAGI!</p>
<p>Banyak hal yang bisa anda lakukan untuk mengungkapkan<br />
rasa kasih sayang anda ini. Di dalam ebook saya<br />
&#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221;, paling tidak ada 4 HAL UTAMA yang HARUS kita lakukan. Apalagi jika kedua orangtua sibuk bekerja, di sedikit waktu ketika berada di rumah, 4 hal utama ini akan menjadikan WAKTU YANG BERKUALITAS.</p>
<p>Silahkan dibuka lagi ebook &#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221; diatas.</p>
<p>Belum punya ebook tersebut?<br />
Silahkan mendapatkannya dengan cara klik di http://ebook.balitacerdas.com</p>
<p>Waktu berjalan dengan sangat cepat&#8230;</p>
<p>Jangan sia-siakan dia berlalu tanpa arti bagi masa depan buah hati kita yang sangat kita sayangi ini!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-lanjutan-bukti-hubungan-kasih-sayang-dengan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ONLI : Makanan TERPENTING untuk Perkembangan Otak dan Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-makanan-terpenting-untuk-perkembangan-otak-dan-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-makanan-terpenting-untuk-perkembangan-otak-dan-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 16:10:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/08/30/onli-makanan-terpenting-untuk-perkembangan-otak-dan-kecerdasan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;ONLI??&#8230; Jenis makanan apa lagi ini?!&#8221; Saya yakin pertanyaan diatas muncul di kepala anda saat ini. ONLI adalah makanan yang sangat diperlukan oleh otak kita, terutama oleh ANAK, supaya anak bisa bertahan hidup, otaknya berkembang dengan maksimal dan tumbuh sangat cerdas. Kebutuhan anak akan &#8216;ONLI&#8217; ini begitu pentingnya, sehingga kehilangan salah satu dari pembentuk &#8216;ONLI&#8217; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;ONLI??&#8230; Jenis makanan apa lagi ini?!&#8221;</p>
<p>Saya yakin pertanyaan diatas muncul di kepala anda saat ini.</p>
<p>ONLI adalah makanan yang sangat diperlukan oleh otak kita, terutama oleh ANAK, supaya anak bisa bertahan hidup, otaknya berkembang dengan maksimal dan tumbuh sangat cerdas.<span id="more-32"></span><br />
Kebutuhan anak akan &#8216;ONLI&#8217; ini begitu pentingnya, sehingga kehilangan salah satu dari pembentuk &#8216;ONLI&#8217; ini akan menyebabkan kematian pada anak kita. &#8216;ONLI&#8217; ini jauh lebih penting daripada kebutuhan AA, DHA,<br />
dll. yang sudah kita kenal sehari-hari.</p>
<p>Masih penasaran apa itu &#8216;ONLI&#8217;? <img src='http://balitacerdas.com/new/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya kita semua tahu tentang &#8216;ONLI&#8217; ini. Tulisan saya ini hanya ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya unsur makanan otak ini. Saya sendiri kembali ingat setelah membaca bukunya Tony Buzan yang berjudul &#8221;Brain Child&#8221;.</p>
<p>Tulisan saya ini sedikit mengungkapkan apa yang ada di buku tersebut, tanpa bermaksud untuk menjiplak, tetapi lebih untuk berbagi informasi dengan anda.</p>
<p>JADI, APA ITU &#8216;ONLI&#8217; ?</p>
<p>&#8216;ONLI&#8217; terdiri 4 unsur makanan yang sangat dibutuhkan oleh otak, yaitu terdiri dari:</p>
<p>1. OXYGENT (OKSIGEN)</p>
<p>Oksigen merupakan unsur utama yang diperlukan oleh otak, yang menjadi &#8216;bahan bakar&#8217; supaya &#8216;mesin&#8217; otak berjalan dengan performa yang sangat tinggi. Begitu &#8216;bahan bakar&#8217; oksigen ini tidak bisa disuplai dengan baik, &#8216;mesin&#8217; otak akan mengalami kerusakan fatal.</p>
<p>Pastikan anak mendapatkan kualitas oksigen yang sangat baik dan dalam jumlah yang cukup. Permainan yang menggunakan fisik akan sangat baik untuk membantu mengalirkan oksigen ke otak dengan lancar dan cukup.</p>
<p>Hindari lingkungan yang banyak polusi udara, terutama lingkungan yang banyak mengandung gas buang kendaraan bermotor, karena unsur kimia di dalam gas buang seperti CO dan Pb adalah MUSUH UTAMA otak anak jika kita menginginkan anak kita tumbuh dengan cerdas.</p>
<p>2. NUTRITION (NUTRISI)</p>
<p>Milyaran sel otak anak memperoleh sebagian besar energinya dari makanan dan minuman yang setiap hari anda sediakan. Kandungan nutrisi di dalam makanan dan minuman itulah yang akan menentukan seberapa besar energi yang bisa disuplai ke otak.</p>
<p>JANGAN terpengaruh dengan berbagai macam iklan tentang makanan otak yang terlalu menonjolkan unsur AA, DHA, dan sejenisnya itu. Unsur tersebut memang perlu, tetapi yang lebih penting lagi adalah pola makan yang bervariasi, seimbang antara kandungan vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak.</p>
<p>Jenis makanan apa saja yang mengandung unsur-unsur diatas? Anda tentu jauh lebih tahu daripada saya&#8230; <img src='http://balitacerdas.com/new/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>3. LOVE (KASIH SAYANG)</p>
<p>Kasih Sayang merupakan salah satu unsur makanan otak yang SANGAT PENTING, dan benar-benar dibutuhkan oleh anak supaya bisa hidup.</p>
<p>Begitu pentingnya Kasih Sayang ini, hingga saya masukkan sebagai TINDAKAN PERTAMA dalam &#8221;10 Tindakan Penting untuk Merangsang Perkembangan Otak&#8221; yang ada di dalam ebook saya yang berjudul &#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221;.</p>
<p>Kasih Sayang ternyata tidak hanya mempengaruhi perkembangan emosi anak, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap arsitektur otak.</p>
<p>Karena Kasih Sayang ini bentuknya sangat abstrak, kadang-kadang kita orangtua kurang memahami benar apa yang perlu kita lakukan untuk mengekspresikan kata Kasih Sayang ini. Di dalam ebook saya diatas dijelaskan bahwa ada 4 HAL UTAMA yang HARUS kita lakukan. Silahkan dibuka lagi ebook &#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221; diatas.</p>
<p>Belum punya ebook tersebut?</p>
<p>Silahkan mendapatkannya dengan cara klik di http://ebook.balitacerdas.com</p>
<p>4. INFORMATION (INFORMASI)</p>
<p>Informasi adalah makanan otak yang MAMPU membuat jaringan antar sel-sel otak saling bersambungan dengan kuat dan dalam jumlah yang sangat banyak. Seperti kita ketahui, kecerdasan seorang anak ditentukan seberapa banyak dan kuatnya jaringan antar sel-sel otaknya.</p>
<p>Sumber informasi yang diterima oleh anak melalui panca inderanya berasal dari lingkungan alam dimana anak tinggal. Untuk itu kita perlu memberikan sebanyak mungkin PENGALAMAN berbagai hal supaya anak memperoleh sebanyak mungkin informasi. Seperti yang dijelaskan juga di dalam ebook &#8221;3 Tahun Pertama yg Menentukan&#8221;, pengalaman yang diterima oleh anak akan menentukan bentuk jaringan di dalam otak, atau dengan kata lain, akan menentukan tingkat kecerdasan anak.</p>
<p>Selain alam, sumber informasi TERPENTING bagi anak adalah ANDA, kita sebagai orangtua. Jawaban jawaban kita terhadap segala pertanyaan anak yang mana rasa ingin tahunya sedang berada di puncaknya ini akan menjadi informasi yang melekat kuat di dalam diri anak. Yang perlu diingat adalah SIKAP kita dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kesalahan sikap dalam menjawab akan MEMATIKAN rasa ingin tahu anak, dan akan menyebabkan anak menutup diri untuk menerima informasi-informasi dari luar. Jangan sampai ini terjadi!</p>
<p>Mari kita selalu mengingat &#8216;ONLI&#8217; ini. Kita hanya memerlukan 4 unsur &#8216;ONLI&#8217; ini jika kita ingin anak kita tumbuh dengan sehat dan cerdas secara fisik, mental dan sosial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/onli-makanan-terpenting-untuk-perkembangan-otak-dan-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stimulasi Indra Peraba dan Pengecap Penting untuk Kecerdasan</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/stimulasi-indra-peraba-dan-pengecap-penting-untuk-kecerdasan/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/stimulasi-indra-peraba-dan-pengecap-penting-untuk-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 16:12:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/08/11/stimulasi-indra-peraba-dan-pengecap-penting-untuk-kecerdasan/</guid>
		<description><![CDATA[Stimulasi indra peraba dan pengecap juga akan mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi indra pendengaran dan penglihatan. Ingin punya bayi hebat? Salah satu kuncinya pasti stimulasi! Terdengar klise mungkin, tapi memang begitulah prosesnya. Stimulasi diperlukan untuk perkembangan otak yang akan menentukan kecerdasan. Apalagi bila dikaitkan dengan the golden age atau masa pesat perkembangan otak di usia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Stimulasi indra peraba dan pengecap juga akan mengoptimalkan perkembangan otak, selain stimulasi indra pendengaran dan penglihatan.</p>
<p>Ingin punya bayi hebat? Salah satu kuncinya pasti stimulasi! Terdengar klise mungkin, tapi memang begitulah prosesnya. Stimulasi diperlukan untuk perkembangan otak yang akan menentukan kecerdasan. Apalagi bila dikaitkan dengan the golden age atau masa pesat perkembangan otak di usia 0-3 tahun (ada juga yang mengatakan 0-6 tahun).<span id="more-33"></span><br />
Setelah itu, perkembangan otak manusia pun akan melambat. Jadi manfaatkan masa ini dengan sebaik-baiknya. Cepatnya perkembangan otak dalam periode ini ditandai dengan pertambahan berat otak dari 400 gr di waktu lahir menjadi hampir 3 kali lipatnya setelah akhir tahun ketiga.</p>
<p>Sekadar untuk diketahui, pada masa awal usianya, fungsi kedua belahan otak bayi masih sama. Hal ini bisa terlihat dari cara bayi meraih benda dengan menggunakan kedua tangannya. Setelah otak berkembang, secara individual fungsi belahan otak kanan dan kiri menjadi berbeda. Perkembangan ini menyebabkan anak cenderung memakai tangan tertentu (umumnya kanan) untuk melakukan sesuatu.</p>
<p>Contoh lain akan pentingnya stimulasi terlihat pada penelitian tentang huruf &#8220;L&#8221; yang diadakan di Jepang. Dari riset yang dilakukan ditemukan, bayi-bayi di negeri Sakura hingga usia 6 bulan masih peka terhadap konsonan &#8220;L&#8221;. Namun, saat menginjak usia 1 tahunan kepekaan itu hilang karena konsonan L dalam bahasa Jepang tidak diperlukan. &#8220;Itu salah satu bukti kalau otak tidak distimulasi, sinaps-sinapsnya (simpai) akan hilang begitu saja.&#8221;</p>
<p>IBARAT PESAWAT TELEPON</p>
<p>Saraf-saraf dalam organ otak diibaratkan sebagai kumpulan pesawat telepon yang koneksinya belum terhubung satu sama lain. Agar koneksi antara pesawat telepon di dalam otak &#8220;saling nyambung&#8221; diperlukan stimulasi.</p>
<p>Tujuan stimulasi adalah mengembangkan hubungan (network) antara satu saraf dengan saraf lain. &#8220;Saat anak sudah sekolah, ia akan lebih cepat menangkap pelajaran yang diberikan karena &#8216;pesawat-pesawat telepon&#8217; miliknya sudah terkoneksi sebelum itu. Sebaliknya, bila pesawat-pesawat telepon itu tidak distimulasi maka sinaps-sinapsnya akan hilang.</p>
<p>Bahkan beberapa ahli percaya, kalau tidak ada rangsangan, jaringan organ otak jadi mengecil akibat menurunnya jaringan fungsi otak.</p>
<p>Masalahnya, begitu banyak hal yang perlu dipelajari si bayi kecil lewat kelima indranya; ada indra penglihatan, pendengaran, penciuman, peraba hingga pengecap. Orang tua harus rajin menstimulasi semua indra bayi secara seimbang agar tumbuh kembangnya menjadi optimal.</p>
<p>Nah, kali ini yang akan dibahas adalah stimulasi indra peraba dan indra pengecap.</p>
<p>STIMULASI INDRA PERABA</p>
<p>Sebenarnya, secara tidak sadar, orang tua sudah melakukan beberapa stimulasi indra sentuhan dari hari ke hari. Hanya saja, mungkin upayanya kurang maksimal. Agar lebih maksimal berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:</p>
<p>Pijat bayi</p>
<p>Pijatan dapat memberi efek relaks pada bayi. Penelitian membuktikan bayi prematur yang sering dipijat akan tumbuh lebih baik, lebih cepat, lebih tenang serta lebih jarang menangis ketimbang bayi-bayi prematur yang tidak dipijat.</p>
<p>&#8220;Jadi terbukti sentuhan orang tua mempengaruhi perkembangan bayi, bukan?&#8221;. Akan lebih baik bila mengikuti berbagai kursus pijat bayi yang banyak diselenggarakan untuk mengetahui teknik pijatan yang tepat. Jika bayi dipijat tanpa mengenakan pakaian, pilih ruangan yang cukup hangat.</p>
<p>Perhatikan ranjang</p>
<p>Kebanyakan, waktu bayi akan dihabiskan di atas ranjang. Nah, untuk menstimulasi indra peraba, lapisi ranjang dengan alas tempat tidur yang lembut dan hangat sehingga ia merasa nyaman di dalamnya.</p>
<p>Manfaatkan berbagai bahan</p>
<p>Bayi perlu mengenal konsep kasar-halus atau keras-lunak. Untuk itu kita bisa mengenalkannya kepada berbagai tekstur bahan seperti sutera, satin, velvet, kulit, handuk dan sebagainya. Bisa juga memanfaatkan kegiatan sehari-hari. Dengan mandi, misalnya, bayi jadi tahu sifat sabun yang licin.</p>
<p>Berjalan tanpa alas</p>
<p>Bila sudah agak besar, bayi bisa diajak berjalan-jalan tanpa alas kaki sehingga ia dapat merasakan perbedaan kala menyentuh lantai, karpet, atau rumput. Nah, apa yang kita sampaikan kepada sensori peraba bayi akan terekam di dalam otaknya dan membantu dia menghubungkan jaringan sel-sel saraf yang ada di dalamnya. Akhirnya, pada sekitar usia 2 tahun ia mulai bisa menyebutkan kalau batu itu keras atau sutera itu lembut.</p>
<p>STIMULASI INDRA PENGECAP</p>
<p>Stimulasi indra pengecap pun sudah akrab dengan aktivitas sehari-hari si kecil, berikut beberapa di antaranya:</p>
<p>Menyusu ASI</p>
<p>Menyusu ASI merupakan salah satu cara merangsang indra pengecap bayi. Beberapa pakar mengatakan, bayi yang menyusu ASI akan lebih jarang mengisap jari ketimbang yang menyusu dari botol. Waktu menyusu yang ideal sekitar 30 sampai 40 menit. Di atas 20 menit sebenarnya susu ibu sudah kosong, namun bayi tetap mengisap puting ibunya demi memenuhi kebutuhan mengisapnya.</p>
<p>Biarkan mengisap jari</p>
<p>Untuk menstimulasi indra pengecapnya biarkan bayi mengisap jari. Seperti diketahui, setiap bayi pasti akan mengisap jari. Terlebih pada bayi baru lahir hingga usia 3 bulan. Sampai usia 7 bulan pun, kebiasaan mengisap jari pada bayi masih dianggap wajar. Setelah usia itu tentu kebiasaan ini mesti dihentikan.</p>
<p>Memberikan PASI</p>
<p>Selepas usia 6 bulan, mulailah bayi diperkenalkan dengan berbagai macam rasa makanan agar saat besar nanti indra pengecapnya terbiasa dengan aneka jenis makanan. Ia pun akan tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan.</p>
<p>Mainan gigitan</p>
<p>Bisa diberikan saat ia mulai memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya, yakni sekitar usia 6 bulan. Tentu saja perhatikan kebersihannya.</p>
<p>Ajak si kecil ngobrol saat kita memberinya stimulasi. Dengan begitu, perkembangan bahasanya pun akan ikut terangsang. Dengan berkomunikasi, orang tua juga akan menjalin kedekatan dengan anak. Namun, kelekatan tetap kurang terjalin bila sambil berbicara, pikiran orangtua berada entah di mana. Jadi, ajak bayi berbicara dengan tatapan mata. Saat memandikan, kita bisa ngobrol tentang air yang begitu dingin. &#8220;Ih airnya dingin, ya..&#8221; Dengan begitu, anak merasa bahwa kita berusaha berhubungan dengannya. Walau mungkin respons bayi belum terlihat, hanya menatap saja, misalnya, tapi itu sebenarnya menunjukkan kelekatan sudah terbangun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/stimulasi-indra-peraba-dan-pengecap-penting-untuk-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kecerdasan Bayi Anda &#8211; Kapan Mulai Terbentuknya?</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/kecerdasan-bayi-anda-kapan-mulai-terbentuknya/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/kecerdasan-bayi-anda-kapan-mulai-terbentuknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 16:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/06/07/kecerdasan-bayi-anda-kapan-mulai-terbentuknya/</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda, bayi berusia 3 bulan otaknya telah membentuk koneksi yang jumlahnya kurang lebih 2 kali yang dimiliki oleh orang dewasa? Berapa jumlahnya? Yaaah&#8230;sekitar 1000 triliun koneksi lah&#8230; Wow! OK, sebelum saya melanjutkan, mungkin Anda ingin tahu dulu apa sih sebenarnya yang dinamakan koneksi otak itu? Secara sederhana, koneksi otak adalah hubungan antara sel-sel otak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahukah Anda, bayi berusia 3 bulan otaknya telah membentuk koneksi yang jumlahnya kurang lebih 2 kali yang dimiliki oleh orang dewasa? Berapa jumlahnya? Yaaah&#8230;sekitar 1000 triliun koneksi lah&#8230; Wow!</p>
<p>OK, sebelum saya melanjutkan, mungkin Anda ingin tahu dulu apa sih sebenarnya yang dinamakan koneksi otak itu? Secara sederhana, koneksi otak adalah hubungan antara sel-sel otak dengan sel-sel lainnya dalam tubuh manusia.<span id="more-34"></span><br />
Nah, berkaitan dengan bayi, sebuah koneksi akan semakin kuat terbentuk dalam otak bayi apabila kejadian atau pengalaman yang memicu terbentuknya koneksi tersebut semakin sering terjadi.</p>
<p>Coba Anda baca sekali lagi pernyataan di atas!</p>
<p>Sudah? OK, terus apa artinya? Agar lebih mudah dimengerti, mari kita lihat beberapa contoh berikut&#8230;</p>
<p>Seorang bayi yang sering diajak berbicara oleh orang-orang di sekelilingnya, nantinya akan memiliki kemampuan berbahasa lebih baik dibandingkan dengan orang yang ketika masih bayi jarang diajak bicara. Bisa dibayangkan, apa jadinya kalau seorang bayi tidak pernah diajak berbicara sama sekali!</p>
<p>Seorang bayi yang sering berinteraksi dengan banyak orang di lingkungannya, insya Allah akan mudah bersosialisasi nantinya ketika dia dewasa. Begitu pula, kasih sayang dan kehangatan yang Anda berikan kepada bayi Anda akan membentuk kepribadian yang positif ketika dia beranjak dewasa.</p>
<p>Ketika Anda mengajak bayi Anda berbicara, sesungguhnya Anda sedang memicu terbentuknya sebuah koneksi dalam otaknya. Semakin sering aktivitas ini Anda lakukan, semakin kuat koneksi yang tercipta. Selanjutnya, bayi Anda akan memiliki kepandaian berbahasa kelak ketika ia dewasa.</p>
<p>Ratusan kejadian atau pengalaman yang dialami oleh bayi Anda akan memicu terbentuknya ratusan koneksi dalam otaknya. Ingat, sekali lagi, semakin sering si bayi mengalami suatu kejadian, semakin kuat koneksi tersebut terbentuk dalam otaknya.</p>
<p>Inilah penjelasan ilmiahnya mengapa bayi dan anak-anak kecil selalu diibaratkan sebagai kertas putih&#8230;terserah si orang tua ingin menulis apa di atas kertas itu. Keburukankah atau kebaikan?</p>
<p>Makanya, hati-hati dalam berinteraksi dengan bayi Anda dan jangan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga ini untuk membentuk kepribadian dan kecerdasan bayi Anda sejak dini, bahkan semenjak masih dalam kandungan!</p>
<p>Tahukah Anda, dengan tersenyum kepada bayi Anda ketika dia menangis, berarti Anda telah memicu terbentuknya suatu koneksi otak yang akan berdampak positif pada emosi si bayi?</p>
<p>Penulis:<br />
Farid Aziz</p>
<p>http://BayiSehat.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/kecerdasan-bayi-anda-kapan-mulai-terbentuknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komputer Bagi Anak</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/02/komputer-bagi-anak/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/02/komputer-bagi-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 08:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/06/07/komputer-bagi-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Selain memiliki manfaat, komputer juga menyimpan mudhorot. Keterlibatan orangtua amat diperlukan untuk mencegah anak mengambil manfaat dari kotak ajaib ini. Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya &#8216;bersahabat&#8217; dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selain memiliki manfaat, komputer juga menyimpan mudhorot. Keterlibatan orangtua amat diperlukan untuk mencegah anak mengambil manfaat dari kotak ajaib ini.</p>
<p>Ibu Endang merasa beruntung anak-anaknya &#8216;bersahabat&#8217; dengan komputer sejak dini. Fatih (9), anaknya yang pertama, tak hanya senang bermain games, namun juga lancar mengoperasikan berbagai program olah kata dan angka. Sementara adiknya, Nadia (4) yang baru belajar mengenal komputer, sudah asyik menjajal program pendidikan dalam mengenal warna dan bentuk saja. Fatih kini pintar matematika lantaran sering berlatih dengan bantuan komputer. Sementara Nadia punya banyak kosakata bahasa Inggris juga lantaran sering bermain komputer.<span id="more-35"></span><br />
Tetapi, Ibu Rahmi justru merasa punya masalah dengan &#8216;keakraban&#8217; anaknya dengan komputer. Menurutnya, Rizki (7 tahun) kini lebih sukai &#8216;bermain&#8217; dengan komputernya daripada dengan teman-temannya. Rizki bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk bermain games. Ia juga malas bila diajak menulis atau menggambar. Tak heran, tugas menggambar di sekolah tidak pernah dikerjakannya sampai tuntas. Tetapi, untuk menggambar di komputer ia sangat pandai. Maklum, dengan satu dua klik-an saja, ia sudah dapat menggambar dan mewarnai dengan sempurna.</p>
<p>Pernah punya pengalaman senada?</p>
<p>Positif-Negatif</p>
<p>Nina Armando, Staf Pengajar Jurusan Komunikasi FISIP UI, mengatakan bahwa kemunculan teknologi komputer sendiri sesungguhnya bersifat netral. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.</p>
<p>Senada dengan Nina, Muhammad Rizal, Psi, Psikolog di Lembaga Psikologi Terapan UI, mengatakan banyak manfaat dapat diambil dari penggunaan komputer, namun tak sedikit pula mudhorot yang bisa ditimbulkannya.</p>
<p>Diantara manfaat yang dapat diperoleh adalah penggunaan perangkat lunak pendidikan seperti program-program pengetahuan dasar membaca, berhitung, sejarah, geografi, dan sebagainya. Tambahan pula, kini perangkat pendidikan ini kini juga diramu dengan unsur hiburan (entertainment) yang sesuai dengan materi, sehingga anak semakin suka.</p>
<p>Manfaat lain bisa diperoleh anak lewat program aplikasi berbentuk games yang umumnya dirancang untuk tujuan permainan dan tidak secara khusus diberi muatan pendidikan tertentu. Beberapa aplikasi games dapat berupa petualangan, pengaturan strategi, simulasi, dan bermain peran (role-play).</p>
<p>Dalam kaitan ini, komputer dalam proses belajar, akan melahirkan suasana yang menyenangkan bagi anak. Gambar-gambar dan suara yang muncul juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi. Sisi baiknya, anak dapat menjadi lebih tekun dan terpicu untuk belajar berkonsentrasi.</p>
<p>Namun, sisi mudhorot penggunaan komputer tak juga bisa diabaikan. Salah satunya adalah dari kemungkinan anak, kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, &#8216;mengkonsumsi&#8217; games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.</p>
<p>Akses negatif lewat internet</p>
<p>Pengaruh negatif lain, disepakati Nina dan Rizal adalah terbukanya akses negatif anak dari penggunaan internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.</p>
<p>Melalui internetlah berbagai materi bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Nina mengungkapkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar di internet.</p>
<p>Meski demikian, baik Nina maupun Rizal sepakat bahwa mengajarkan internet bagi anak, di zaman sekarang merupakan hal penting. Hanya saja, demi mencegah dampak negatifnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan orangtua.</p>
<p>Pertama, orangtualah yang seharusnya mengenalkan internet pada anak, bukan orang lain. Mengenalkan internet berarti pula mengenalkan manfaatnya dan tujuan penggunaan internet. Karena itu, ujar Nina, orangtua terlebih dahulu harus &#8216;melek&#8217; media dan tidak gatek.<br />
&#8221;Sayangnya, seringkali anaknya sudah terlalu canggih, sementara orangtuanya tidak tahu apa-apa. Tidak tahu bagaimana membuka internet, juga tidak tahu apa-apa soal games yang suka dimainkan anak. Nanti ketika ada akibat buruknya, orangtua baru menyesal,&#8221; sesal Nina.</p>
<p>Kedua, gunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi &#8216;kesehatan&#8217; anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.</p>
<p>Ketiga, letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.</p>
<p>Cegah kecanduan</p>
<p>Pengaruh negatif lain bagi anak, menurut Rizal, adalah kecendrungan munculnya &#8216;kecanduan&#8217; anak pada komputer. Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis, menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial.</p>
<p>Kecanduan bermain komputer bisa terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.</p>
<p>Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak. Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.</p>
<p>Peran penting orangtua</p>
<p>Menimbang untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat bermain komputer. Karenanya, kepada semua orangtua, Rizal kembali mengingatkan peran penting mereka dalam pemanfaatan komputer bagi anak.</p>
<p>Pertama, berikan kesempatan pada anak untuk belajar dan berinteraksi dengan komputer sejak dini. Apalagi mengingat penggunaan komputer adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pada saat ini dan masa yang akan datang.</p>
<p>Kedua, perhatikan bahwa komputer juga punya efek-efek tertentu, termasuk pada fisik seseorang. Karena perhatikan juga amsalah tata ruang dan pencahayaan. Cahaya yang terlalu terang dan jarak pandangan terlalu dekat dapat mengganggu indera penglihatan anak.</p>
<p>Ketiga, pilihlah perangkat lunak tertentu yang memang ditujukan untuk anak-anak. Sekalipun yang dipilih merupakan program edutainment ataupun games, sesuaikan selalu dengan usia dan kemampuan anak.</p>
<p>Keempat, perhatikan keamanan anak saat bermain komputer dari bahaya listrik. Jangan sampai terjadi konsleting atau kemungkinan kesetrum terkena bagian tertentu dari badan Central Processing Unit (CPU) komputer.</p>
<p>Kelima, carikan anak meja atau kursi yang ergonomis (sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak), yang nyaman bagi anak sehingga anak dapat memakainya dengan mudah. Jangan sampai mousenya terlalu tinggi, atau kepala harus mendongak yang dapat menyebabkan kelelahan. Alat kerja yang tidak ergonomis juga tidak baik bagi anatomi anak untuk jangka panjang.</p>
<p>Keenam, bermain komputer bukan satu-satunya kegiatan bagi anak. Jangan sampai anak kehilangan kegiatan yang bersifat sosial bersama teman-teman karena terlalu asik bermain komputer.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/02/komputer-bagi-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengoceh Pertanda Cerdas (2)</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/02/mengoceh-pertanda-cerdas-2/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/02/mengoceh-pertanda-cerdas-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 14:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/03/30/mengoceh-pertanda-cerdas-2/</guid>
		<description><![CDATA[Jangan lupa dengan melatih bayi berbicara, kita sekaligus akan merangsang perkembangan emosi, sosial dan kecerdasannya. Dengan latihan secara rutin diharapkan lama-kelamaan bayi dapat menjawab ucapan orang tuanya dengan kata-kata bahkan kalimat. Nah, supaya si kecil tidak terlambat berbicara, lakukan metode praktis melatih bayi berikut ini setiap hari: I. Berbicaralah kepada bayi sebanyak dan sesering mungkin. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan lupa dengan melatih bayi berbicara, kita sekaligus akan merangsang perkembangan emosi, sosial dan kecerdasannya. Dengan latihan secara rutin diharapkan lama-kelamaan bayi dapat menjawab ucapan orang tuanya dengan kata-kata bahkan kalimat.<span id="more-41"></span><br />
Nah, supaya si kecil tidak terlambat berbicara, lakukan metode praktis melatih bayi berikut ini setiap hari:</p>
<p>I. Berbicaralah kepada bayi sebanyak dan sesering mungkin.</p>
<p>1. Bertanya pada bayi Contohnya, &#8221;Kamu haus, ya? Mau susu lagi?; Ini gambar apa?; Ini boneka apa?; Ini warnanya apa?; Ini namanya siapa?&#8221;</p>
<p>2. Berkomentar terhadap perasaan bayi Contohnya, &#8221;Kasihan, adik rewel. Kepanasan, ya? Nah, sekarang dikipasin ya?; Ooo, kasihan, adik rewel gatal digigit nyamuk, ya?; Jatuh ya? Sakit? Sini diobatin!&#8221;</p>
<p>3. Menyatakan perasaan ibu/ayah Contohnya, &#8221;Aduh, Mama kangen banget sama adik. Tadi Mama di kantor ingat terus sama adik. Mmmh, Mama sayang deh, sama adik.&#8221;</p>
<p>4. Berkomentar tentang keadaan bayi Contoh, &#8221;Tuh, mulutmu mungil, ya!; Wah, rambutmu masih botak!&#8221;</p>
<p>5. Berkomentar mengenai kemampuan atau perilaku bayi Contohnya, &#8221;Wah, Rini sudah bisa duduk!; Eeee, Tono sudah bisa berdiri?; Horee, anakku sudah bisa jalan!&#8221;</p>
<p>6. Bercerita tentang benda-benda di sekitar bayi Contoh, &#8221;Ini namanya bantal. Warnanya merah muda. Ada gambar Winnie the Pooh-nya.; Yang ini namanya boneka Teletubbies. Ini yang warna merah. Ini yang warnanya hijau. Yang itu ungu. Nih, coba peluk.&#8221;</p>
<p>7. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan pada bayi Contoh, &#8221;Adik mandi dulu, ya? Pakai air hangat, pakai sabun, biar bersih, biar kumannya hilang, biar kulitnya bagus. Sekarang dihandukin biar kering, tidak kedinginan. Wah, Adik wangi. Sekarang pakai baju dan celana. Nah, selesai. Enak, kan? Habis ini minum ASI terus tidur, ya?&#8221;</p>
<p>8. Bercerita tentang kegiatan yang sedang dilakukan orang tua Contohnya, &#8221;Mama sekarang mau bikin susu buat adik! Ini susunya 3 takar ditambah air 90 ml, terus dikocok-kocok. Terlalu panas enggak? Oh, enggak. Nah, siap deh!&#8221;</p>
<p>II. Dengarkan suara bayi, berikan jawaban atau pujian</p>
<p>Ketika bayi bersuara atau berbicara walaupun tidak jelas, segeralah ayah/ibu menoleh dan memandang ke arah bayi dan mendengarkan suaranya seolah-olah mengerti maksudnya. Pandang matanya, tirukan suaranya, berikan jawaban atau pujian, seolah-olah bayi mengerti jawaban ayah/ibu.</p>
<p>Contoh: Ta-ta-ta-ta? Ma-ma-ma-ma? Kenapa, sayang? Minta susu? Mau pup?</p>
<p>III. Bermain sambil berbicara</p>
<p>- Cilukba Ayah/ibu mengucapkan, &#8221;Ciluuuuuuk!&#8221; sambil menutup muka dengan bantal beberapa detik kemudian bantal disingkirkan sambil ayah/ibu mengucapkan, &#8221;Baaaaaa!&#8221;</p>
<p>- Kapal terbang &#8221;Nih ada kapal sedang terbang. Ngengngngngng&#8230;&#8221; Lalu arahkan kapal terbang mendekati wajah si kecil terus mendarat di atas perutnya.</p>
<p>- Boneka Seolah-olah ayah/ibu berbicara kepada bayi, &#8221;Halo, kamu bayi yang lucu, ya?&#8221;</p>
<p>- Menyebutkan anggota badan Misalnya, &#8221;Ini tangan. Ini kaki. Tiiiik&#8230;kitik&#8230;kitik., ini jari-jari.&#8221;</p>
<p>IV. Bernyanyi sambil bermain</p>
<p>Putarkan kaset lagu anak-anak, ikutlah bernyanyi, sambil bertepuk tangan dan goyang kepala. Misalnya, &#8221;Pok-ame-ame, belalang kupu-kupu, tepok biar ramai, pagi-pagi minum &#8230;. susu.&#8221;; &#8221;Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor nyamuk, &#8230;..hap! Lalu ditangkap.&#8221;; &#8221;Dua mata saya, hidung saya satu&#8230;,&#8221; sambil menunjuk ke mata, hidung dan seterusnya.</p>
<p>V. Membacakan cerita sambil menunjukkan gambar-gambar</p>
<p>Bacakan cerita singkat dari buku cerita anak yang bergambar. Tunjukkan gambar tokoh-tokoh yang ada dalam cerita seperti binatang, benda-benda, dan manusia.</p>
<p>VI. Banyak berbicara sepanjang jalan ketika bepergian</p>
<p>Tunjuklah benda-benda atau kejadian sambil menyebutkan dengan kata-kata secara berulang-ulang. Itu layang-layang sedang terbang, itu kakak sedang menyeberang jalan, itu burung sedang terbang, itu pohon ada bunganya, dan lainnya.</p>
<p>VI. Bermain dengan anak lain yang lebih jelas dan lancar berbicaranya</p>
<p>Ajak bayi bermain dengan anak lain seperti kakak, tetangga, atau sepupu yang sudah lebih jelas berbicaranya. Kemudian, bermain bersama menggunakan boneka, kubus, balok, lego, buku bergambar dan lainnya.</p>
<p>HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN</p>
<p>Menurut Soedjatmiko ada beberapa hal yang mesti diperhatikan orang tua ketika mengajarkan berbicara pada bayi adalah :</p>
<p>- Jangan memaksa si kecil berbicara.</p>
<p>- Kalau bayi bersuara walaupun tidak jelas, tetap berikan jawaban seolah-olah ibu/ayah mengerti ucapannya.</p>
<p>- Pujilah segera kalau dia seolah berbicara benar.</p>
<p>- Jangan menyalahkan kalau ucapannya tidak benar.</p>
<p>- Kalau bayi sudah bosan sebaiknya beralihlah ke kegiatan lain yang menarik dan menyenangkan.</p>
<p>- Jangan memotong ocehan bayi. Inilah alasannya:</p>
<p>(1) Saat mengoceh, bayi sebenarnya sedang berusaha menyampaikan pendapat atau ide-idenya. Kalau orang tua sampai memotong ocehan bayi, berarti juga memotong ide yang ingin disampaikan bayi. Perlu diketahui, mengoceh merupakan bagian dari latihan mengembangkan pendapat maupun ide.</p>
<p>(2) Kalau orang tua sering memotong ocehan bayi, dikhawatirkan si kecil kelak tak memiliki kepercayaan diri yang kuat. Ia akan selalu takut untuk berbicara.</p>
<p>(3) Bayi ingin ocehannya diperhatikan dan dihargai. Memotong ocehannya akan membuat si bayi merasa tak dihargai. Jadi, jangan sekali-sekali memotong ocehannya.</p>
<p>&#8211;Â  kontribusi Bp. Dede Maulana di milis Balita-Anda</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/02/mengoceh-pertanda-cerdas-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

