<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BalitaCerdas &#187; Buku dan Mainan Anak</title>
	<atom:link href="http://balitacerdas.com/new/category/buku-dan-mainan-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://balitacerdas.com/new</link>
	<description>Info Anak Balita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 25 Oct 2009 16:50:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Aneka Permainan dan Manfaatnya bagi si Batita</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2009/03/aneka-permainan-dan-manfaatnya-bagi-si-batita/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2009/03/aneka-permainan-dan-manfaatnya-bagi-si-batita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2009 08:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2006/02/23/aneka-permainan-dan-manfaatnya-bagi-si-batita/</guid>
		<description><![CDATA[Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak batita. Perhatikan pula aspek-aspek kebersihan dan keamanannya. Dunia anak usia batita memang dunia bermain. Boleh dibilang sepanjang waktu mereka diisi hanya dengan bermain, kecuali saat tidur. Baik bermain menggunakan alat dengan berbagai bentuk dan ukuran, maupun tidak. Si anak menggunakan tubuhnya sendiri sebagai alat bermain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihlah sarana bermain yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak batita. Perhatikan pula aspek-aspek kebersihan dan keamanannya.</p>
<p>Dunia anak usia batita memang dunia bermain. Boleh dibilang sepanjang waktu mereka diisi hanya dengan bermain, kecuali saat tidur. Baik bermain menggunakan alat dengan berbagai bentuk dan ukuran, maupun tidak. Si anak menggunakan tubuhnya sendiri sebagai alat bermain untuk berlari, meloncat-loncat, merangkak, dan sebagainya. Bisa dibilang tak ada tempat yang tidak bisa dijadikan tempat bermain baginya. Entah yang outdoor maupun indoor. <span id="more-6"></span>Tari Sandjojo, Psi., dari Cikal Jakarta memaparkan aneka jenis sarana bermain yang bisa sesuai bagi anak batita. Tentu saja lengkap dengan manfaatnya bagi berbagai aspek perkembangan anak.</p>
<h2>Perosotan</h2>
<p>Anak bisa menikmati sensasi ketinggian, terlebih saat ia berada di puncak perosotan dan siap meluncur. Belum lagi merasakan bagaimana tubuhnya terasa melayang kala meluncur ke bawah hingga akhirnya mendarat di ujung perosotan. Sebelum meluncur pun anak harus menjalani proses naik tangga. Motorik kasar anak benar-benar teruji, termasuk bagaimana menjaga keseimbangan tubuhnya saat menapaki anak tangga.</p>
<p>Selain itu, anak juga belajar mengenai peraturan. Di antaranya mesti tertib bergiliran naik satu per satu dan tidak boleh naik dari papan luncurnya agar tidak tertabrak anak lain di atasnya.</p>
<h2>Ayunan</h2>
<p>Anak akan merasakan kenikmatan tersendiri saat tubuhnya terayun secara kencang atau lambat maupun tinggi atau rendah dari tempat berpijak. Ia juga jadi belajar mengantisipasi bahaya. Jika ada yang mengayunnya dari depan atau belakang, misalnya, tentu harus diingatkan karena tindakan ini justru membahayakan si pengayun. Selain itu anak pun dilatih untuk mempertajam kemampuan kontrol dirinya agar tidak berayun terlalu cepat dan tidak pula kelewat lamban.</p>
<h2>Permainan Pasir</h2>
<p>Pilih butiran pasir yang lembut dan halus serta tidak menempel di kulit anak. Dengan dikenalkan pada permainan pasir, anak akan belajar mengenai tekstur kasar. Begitu juga tentang panas dan dinginnya pasir, maupun perubahan bentuk saat dicampur air. Bukankah ini berarti mengenalkan anak pada dunia ilmu pengetahuan, tepatnya belajar IPA secara sederhana.</p>
<p>Tentu saja dalam memilih pasir tersebut orang tua harus hati-hati mengingat material ini dapat pula menjadi tempat tinggal bagi binatang kecil. Bukan tidak mungkin ada binatang yang bisa membahayakan atau setidaknya membuatnya takut dan cedera.</p>
<h2>Stepping dan Balok Keseimbangan</h2>
<p>Imajinasi anak dirangsang melalui permainan ini. Arahkan anak seakan ia harus menyebrangi sungai yang deras dengan balok itu. Jika cuma berjalan dan berlalu begitu saja di atasnya, yang didapat anak hanyalah kesempatan melatih motorik dan keseimbangannya saja, tapi bukan imajinasinya.</p>
<h2>Mandi Bola</h2>
<p>Lewat permainan ini anak akan mengalami sensasi yang beragam. &#8221;Oh seperti ini ya rasanya berenang dalam kolam bola. Beda dengan masuk kolam air yang bisa membuatku tenggelam, terjun ke kolam ini empuk dan tidak membuatku tenggelam. Kalaupun aku tenggelam karena banyak gerak, aku tetap bisa bernapas, kok.&#8221; Belajar mengenai konsep warna dan bentukpun bisa diperoleh anak di sini. Begitu juga dengan belajar menentukan arah jika anak ingin main lempar bola.</p>
<h2>Main Air</h2>
<p>Umumnya anak usia batita hobi main air. Ia masih dikuasai rasa ingin tahu atau keinginan bereksplorasi, termasuk terhadap air. Meski ada juga yang takut terhadap air karena pernah mengalami pengalaman tak menyenangkan dengan material ini. Sayangnya, tidak sedikit orang tua yang justru membentengi rasa ingin tahu anak terhadap air dengan banyak melarang. Semisal jangan mandi lama-lama, enggak boleh main hujan-hujanan atau becek-becekan, dan sejenisnya.</p>
<p>Padahal menurut Tari, manfaat bermain air itu sendiri cukup banyak. Selain bisa merasakan adanya sensasi yang menyenangkan, mengapa tidak dioptimalkan dengan mengarahkan anak untuk mencintai dunia ilmu pengetahuan? Fasilitasi rasa ingin tahunya dan kegemarannya bermain air dengan menghadirkan wadah dalam berbagai bentuk dan ukuran. Mencampur air dengan cat air, pasir, atau tepung akan membantu anak menemukan banyak hal baru mengenai berat jenis, volume, perubahan bentuk, warna, dan sebagainya.</p>
<h2>Gorong-gorong/Terowongan</h2>
<p>Karena suasana yang dihadirkannya amat berbeda, gorong-gorong memberi sensasi tersendiri sebagai sarana bermain bagi anak. Saat berada didalamnya anak mendapati suasana yang agak gelap, sempit, lebih dingin dan membuat suaranya bergema. Anak pun belum bisa menerka-nerka apa yang bakal ditemuinya di depan sana, di setiap belokan ataupun di mulut gorong-gorong.</p>
<p>Latihan semacam ini akan meningkatkan kemampuan anak dalam hal antisipasi. Selain melatihnya mengatasi rasa takut saat menghadapi suasana berbeda. Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi anak yang ujung-ujungnya akan mengasah kemampuan beradaptasi.</p>
<h2>Jala/Jaring</h2>
<p>Saat manapaki jala/jaring, sensasi ketinggian juga akan didapat anak sebagai salah satu manfaat. Manfaat lainnya adalah mengasah ketrampilan motorik, rasa percaya diri, keberanian, maupun keseimbangan dan koordinasi tubuh.</p>
<h2>Tumpangan Bergoyang</h2>
<p>Bentuknya bisa bermacam-macam, dari pesawat terbang, tokoh film kartun, mobil, motor, hewan, atau apa saja. Namun menurut Tari, keinginan batita mencoba permainan ini lebih karena ketertarikannya pada aneka bentuk yang ada. Sementara dari segi manfaatnya nyaris tidak ada, selain sensasi saat mainan bergoyang ke kiri dan kanan atau ke depan dan belakang secara teratur saat dimasukkan koin.</p>
<p><em><br />
</em><br />
Guna membantu orang tua memilihkan arena bermain yang baik bagi anaknya, Tari memberikan beberapa saran berikut:</p>
<h2>Tips Memilih Arena Bermain</h2>
<p> </p>
<p><em><br />
</em><br />
Jangan pernah memilih arena bermain yang sarananya sudah dipenuhi debu dan ditumbuhi jamur, lumut, apalagi sampai menimbulkan bau tak sedap. &#8221;Sebagai konsumen, kita berhak bertanya kepada pihak pengelola mengenai sistem perawatan arena bermain tersebut.&#8221;</p>
<h3>Utamakan Kebersihan</h3>
<p> </p>
<p>Tari menyayangkan banyaknya pengelola/pemilik arena bermain, baik outdoor maupun indoor, yang mengabaikan sisi perawatan dan kebersihan. Padahal biasanya keteledoran semacam ini yang menjadikan tempat bermain umum tidak layak lagi dipergunakan bagi anak.</p>
<p>Idealnya, setelah sekian jam digunakan atau dimanfaatkan oleh sejumlah anak, setiap mainan harus dibersihkan. Bahkan untuk meminimalkan peluang penularan penyakit tertentu, mainan juga harus dibersihkan secara berkala menggunakan bahan pembersih yang bisa membunuh jamur, bakteri, dan kuman.</p>
<p><em><br />
</em><br />
Pastikan keamanan setiap lekuk dan sudut sarana di tempat bermain yang akan digunakan dapat diandalkan. Jika kira-kira membahayakan, lebih baik urungkan saja niat mengajak main batita di tempat tersebut. Begitu juga materi yang mendominasi arena bermain itu. Amati aspek lunak-kerasnya, licin atau tidak dan tajam atau tidak semua benda yang ada. Termasuk aman tidaknya cat yang digunakan.</p>
<h3>Perhatikan Keamanan</h3>
<p> </p>
<p>Mengapa hal-hal kecil tadi perlu diperhatikan baik-baik? Tak lain karena pengalaman tidak enak kala anak terbentur atau terluka akan jauh lebih &#8221;dirasa&#8221; daripada manfaat permainan itu sendiri. Sayang sekali &#8216;kan, kalau karena pernah cedera anak jadi tak mau mencoba permainan ini-itu atau tidak lagi terangsang melakukan berbagai eksplorasi hingga potensi/kemampuan anak jadi tidak terasah.</p>
<p>Kolam mandi bola, contohnya, untuk anak batita idealnya harus dipisahkan dari kolam serupa untuk anak prasekolah. Mengapa? Sebagian batita, terutama batita awal usia 1-2 tahun, masih berada di fase oral. Inilah yang membuat mereka seringkali memasukkan bola-bola tersebut ke dalam mulutnya.</p>
<p>Pertimbangan lain, perkembangan motorik membuat anak prasekolah cenderung &#8221;rusuh&#8221; dengan melompat dan meloncat atau terjun bebas tanpa memperhatikan ada atau tidak orang lain yang mungkin bakal celaka dengan ulahnya. Di sinilah pentingnya orang tua menyeleksi arena bermain seperti apa yang dianggapnya layak.</p>
<p><em><br />
</em><br />
Pilihlah sarana bermain yang merangsang pergerakan otot batita, baik otot-otot kaki, tangan, maupun seluruh bagian tubuhnya. Jangan lupa perhatikan juga kesesuaian bentuk, ukuran, dan tingkat kesulitan masing-masing permainan tersebut. Balok keseimbangan, contohnya, pilihkan yang baloknya relatif lebar dan goyangannya tidak menghentak-hentak. Sedangkan untuk perosotan idealnya dilengkapi dengan matras atau &#8221;bantalan&#8221; pasir yang bisa meredam benturan saat anak mendarat. Lalu untuk permainan gorong-gorong, pilihkan yang jalan keluarnya langsung bisa ditemukan anak dengan panjang yang terjangkau.</p>
<h3>Cermati Aspek Kesesuaian</h3>
<p> </p>
<p><em><br />
</em><br />
Tinggalkan arena bermain yang sudah penuh sesak. Dalam kondisi semacam itu jangan harap anak bisa memetik manfaat dari aktivitas bermainnya. Begitu juga jika melihat antrian yang amat panjang hingga harus menunggu cukup lama untuk mendapat giliran. Bisa-bisa si batita bete duluan sebelum bermain. Padahal salah satu unsur penting bagi anak batita adalah pengalaman yang menyenangkan. Nah, kalau dia sampai terlalu lama menunggu, kalah berebut kesempatan dengan anak yang lebih besar, tentu saja permainan tersebut akan menjadi pengalaman tidak menyenangkan buat si batita. Meski di usia ini anak juga harus mulai diperkenalkan pada konsep berbagi, tapi tentu bukan dengan cara-cara seperti ini.</p>
<h3>Kuota/Kapasitas</h3>
<p> </p>
<p><em><br />
</em><br />
Yang dimaksudkan di sini adalah kualitas petugas atau kakak-kakak pendamping yang ada di lokasi arena bermain. Ini sangat perlu mengingat mereka harus menjaga, membimbing, dan mengarahkan anak bagaimana harusnya bermain dengan baik dan benar. Jika semua aturan main bisa dipatuhi, bukan cuma keselamatan dan kenyamanan bermain yang didapat anak, tapi juga manfaat lain. Semisal, &#8221;O&#8230;begini toh caranya menjaga keseimbangan di jalan yang licin.&#8221; Atau, &#8221;Supaya bonekanya enggak gampang hancur, aku mesti mencampur tepung ini dengan air.&#8221;</p>
<h3>Kualitas SDM</h3>
<p> </p>
<p>Tentu saja agar bisa memainkan perannya sebagai pendamping, jumlah SDM yang bertugas harus sesuai dengan kapasitas arena permainan itu sendiri. Jangan sampai satu penjaga harus mengawasi 10 anak yang sedang asyik bermain, contohnya.</p>
<p>&#8211;<br />
sumber: Gazali Solahuddin, Ferdi /nakita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2009/03/aneka-permainan-dan-manfaatnya-bagi-si-batita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BARU: BukuKecil Seri BalitaCerdas</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/baru-bukukecil-seri-balitacerdas/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/baru-bukukecil-seri-balitacerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 01:21:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2006/10/10/baru-bukukecil-seri-balitacerdas/</guid>
		<description><![CDATA[&#8221;BukuKecil Seri BalitaCerdas&#8221; ini dikembangkan dengan cermat dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kecerdasan anak. Produk ini didisain secara spesifik untuk anak usia 6 bulan s.d. 5 tahun, disesuaikan dengan ukuran tangan anak balita, dengan bentuk gambar dan warna yang dapat menstimulasi beberapa kecerdasan sekaligus&#8230; BukuKecil Seri BalitaCerdas TERBARU ini terdiri dari 6 SERI: Bermain ABC Warna [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8221;BukuKecil Seri BalitaCerdas&#8221; ini dikembangkan dengan cermat dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kecerdasan anak. Produk ini didisain secara spesifik untuk anak usia 6 bulan s.d. 5 tahun, disesuaikan dengan ukuran tangan anak balita, dengan bentuk gambar dan warna yang dapat menstimulasi beberapa kecerdasan sekaligus&#8230;</p>
<p><span id="more-5"></span> BukuKecil Seri BalitaCerdas TERBARU ini terdiri dari 6 SERI:</p>
<ol>
<li>Bermain ABC</li>
<li>Warna Warni</li>
<li>Siapakah Aku</li>
<li>Tebak Bentuk</li>
<li>Ayo Berhitung</li>
<li>Buah Apakah Ini</li>
</ol>
<p>&#8221;BukuKecil Seri BalitaCerdas&#8221; ini dikembangkan dengan cermat dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kecerdasan anak.</p>
<p>Contoh gambarnya bisa dilihat di: <a title="Contoh Gambar Buku Kecil Seri Balita Cerdas" target="_blank" href="http://www.balitacerdas.com/bukukecil">http://www.balitacerdas.com/bukukecil</a></p>
<p>Sebelum diluncurkan sekarang, BukuKecil ini telah dites kepada 100 orang, dan mendapatkan response yang sangat positif.</p>
<p>Karena keunikannya tapi tetap dalam format sederhana yang mampu memberikan stimulasi yang baik bagi anak, BukuKecil ini telah dimuat di koran SINDO (Seputar Indonesia) beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Produk ini didisain secara spesifik untuk anak usia 6 bulan s.d. 5 tahun, disesuaikan dengan ukuran tangan anak balita, dengan bentuk gambar dan warna yang dapat menstimulasi beberapa kecerdasan sekaligus, serta memungkinkan anak merasa nyaman bisa melakukan permainan buku kecil ini sendirian tanpa harus tergantung dengan orangtua ataupun pengasuhnya.</p>
<p>Manfaat yang akan diperoleh oleh anak dengan bermain &#8221;BukuKecil Seri BalitaCerdas&#8221; antara lain adalah :</p>
<ol>
<li>Melatih perkembangan motorik-halus anak</li>
<li> Menstimulasi daya imajinasi anak</li>
<li> Meningkatkan jumlah kosa kata anak</li>
<li> Mengembangkan kemampuan bahasa dan berhitung anak</li>
<li> Menstimulasi daya ingat visual anak</li>
<li> Melatih pengenalan bentuk, warna dan nama benda</li>
<li> Melatih konsentrasi anak</li>
<li> Menguasai huruf dengan cepat</li>
</ol>
<p>dalam suasana bermain yang menyenangkan.</p>
<p>Selain untuk buah hati anda sendiri, sangat PAS juga sebagai HADIAH keluarga, keponakan atau saudara.</p>
<p>Anda bisa mendapatkan BukuKecil ini di GRAMEDIA dengan harga Rp.15.000,- per buku.</p>
</p>
<p>BukuKecil ini HANYA dicetak 3.000 set saja untuk seluruh Indonesia. Jika anda kesulitan mendapatkannya, silahkan memesan melalui form pemesanan di:<br />
<a title="Buku Kecil Seri Balita Cerdas" target="_blank" href="http://www.balitacerdas.com/bukukecil">http://www.balitacerdas.com/bukukecil</a> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/baru-bukukecil-seri-balitacerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mainan Yang Mencerdaskan</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/03/mainan-yang-mencerdaskan/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/03/mainan-yang-mencerdaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 14:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2005/08/11/mainan-yang-mencerdaskan/</guid>
		<description><![CDATA[Memilih mainan anak gampang-gampang susah. Salah pilih, akibatnya bisa runyam. Bila permainan terlalu rumit anak bisa stres. Ini lambat laun akan berdampak buruk bagi perkembangan emosinya. Sebaliknya, permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Karena interestnya berkurang dan tak merasa tertantang. Menurut Taufan Surana, pengelola dan pemilik situs BalitaCerdas.com, yang paling penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memilih mainan anak gampang-gampang susah. Salah pilih, akibatnya bisa runyam. Bila permainan terlalu rumit anak bisa stres. Ini lambat laun akan berdampak buruk bagi perkembangan emosinya. Sebaliknya, permainan yang terlalu mudah pun tak membawa manfaat bagi mereka. Karena interestnya berkurang dan tak merasa tertantang.<span id="more-7"></span> Menurut <strong>Taufan Surana</strong>, pengelola dan pemilik situs <a href="http://ebook.balitacerdas.com/" target="_blank"><strong>BalitaCerdas.com</strong></a>, yang paling penting dalam memilih mainan untuk anak adalah yang dapat merangsang semua panca inderanya. Semakin banyak panca indera digunakan, sel-sel otak anak akan lebih banyak berkembang dari segi kualitas dan jumlahnya.</p>
<p>Jangan remehkan <strong>sepeda roda tiga</strong>. Kata Taufan, dari penelitian yang dia himpun, sepeda roda tiga mampu merangsang seluruh panca indera. Komposisi gerak dan visualnya akan semakin terasah. &#8221;Anak berlatih mengkoordinasikan gerakan, pandangan dan situasi sekitarnya&#8221;, jelas Taufan.</p>
<p>Permainan lain yang bisa dijadikan alternatif adalah<br />
<a href="http://www.balitacerdas.com/fc" target="_blank"><strong>Flash Card</strong></a>. Permainan kartu bergambar ini terdiri dari 150 kartu dengan bermacam-macam gambar seperti gambar buah, binatang, kendaraan, warna ataupun angka, dll. Cara memainkannya, cukup dengan menunjukkan gambar secara<br />
cepat (satu gambar per detik) di hadapan anak. Meski mungkin belum lancar, biasanya anak usia sampai dengan tiga tahun sudah bisa mengenali gambar berikut namanya. &#8221;Permainan ini bisa dimainkan sejak anak berusia empat bulan&#8221;, ujar Taufan yang juga memproduksi Flash Card.</p>
<p>(catatan: Flash Card BalitaCerdas.com bisa diperoleh di <a href="http://www.balitacerdas.com/fc" target="_blank"><strong>www.balitacerdas.com/fc</strong></a>)</p>
<p>Permainan Flash Card ini menurut Taufan bisa membantu memaksimalkan kemampuan photographic memory, serta membangkitkan respon otak kanan pada anak balita. Yaitu dengan cara mengendalikan pikiran bawah sadar, emosi, kreatif dan intuitif pada balita sejak dini.</p>
<p><strong>Berikut adalah beberapa tips dalam memilih mainan untuk anak:</strong></p>
<ol>
<li>Orangtua perlu tahu tahap-tahap perkembangan anak, baik usia, emosi dan fisiknya.</li>
<li>Peduli terhadap mainan yang digunakan. Jangan asal beli yang mahal, sesuaikan dengan kemampuan anak.</li>
<li>Keamanan alat bermain perlu diperhatikan, baik dari bahan (materil dan catnya) dan kinerja alat tersebut (yang menghindari cedera ketika digunakan).</li>
<li>Pilih mainan yang berwarna kontras dan cerah, untuk merangsang indera penglihatan anak.</li>
<li>Pastikan semua mainan dalam jangkauan anak, agar terhindar dari cedera ketika anak berusaha mencapainya.</li>
<li>Anak di usia enam bulan keatas suka mainan yang mengeluarkan bunyi dan benda berwarna seperti genta, bel, lonceng mini, gambar penuh warna maupun benda berteksturlembut.</li>
<li>Beri mainan seperti lego dan sejenisnya yang mempunyai variasi bentuk pada anak usia 9 bulan keatas, atau mainan serupa yang dapat dimainkan sewaktu mandi.</li>
<li>Tak perlu mainan mahal untuk anak Anda. Si kecil butuh stimulus untuk merangsang kreatifitasnya, dan ini bisa anda lakukan dengan membuatnya sendiri. Tentu, kreatifitas Anda yang diperlukan.</li>
</ol>
<p>Selamat bermain dengan buah hati anda.<br />
NAD<br />
&#8211;<br />
sumber: Koran Tempo Keluarga No. 15 I Jumat, 29 Juli 2005</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/03/mainan-yang-mencerdaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sudah Benarkah Permainan Kreatif Anak Anda ?</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/02/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/02/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Feb 2008 16:40:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2004/10/11/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah acara di TV Jepang yang sangat memprihatinkan, dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh anak adalah keterlambatan dalam kemampuan bahasa/komunikasi pada saat anak tersebut menginjak usia 3-4 tahun.Â Ingat, hal ini sangat mungkin terjadi juga pada anak anda, tanpa anda menyadarinya ! Mengapa hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu yang lalu saya melihat sebuah acara di TV Jepang yang sangat memprihatinkan, dimana dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh anak adalah keterlambatan dalam kemampuan bahasa/komunikasi pada saat anak tersebut menginjak usia 3-4 tahun.Â  Ingat, hal ini sangat mungkin terjadi juga pada anak anda, tanpa anda menyadarinya ! <span id="more-9"></span></p>
<h3>Mengapa hal ini terjadi ?</h3>
<p>Ternyata, karena menginginkan anaknya tumbuh dengan cerdas, banyak sekali orangtua yang memberikan permainan kreatif kepada anaknya. Tetapi sayangnya para orangtua tersebut kurang memahami bahwa kecerdasan yang diharapkan dari anak tidak akan dapat tercapai hanya dengan melakukan permainan kreatif melulu.</p>
<p>Kemampuan berbicara dan berkomunikasi anak merupakan faktor <strong>TERPENTING</strong> dalam mendorong kemampuan anak untuk berpikir cerdas.</p>
<p>Alasan lain yang mendorong orangtua untuk selalu memberikan mainan kreatif adalah karena dengan permainan tersebut anak menjadi asyik dengan dunianya sehingga orangtua merasa menjadi lebih &#8216;ringan&#8217; dalam mengasuhnya.</p>
<p>Jangan salah tangkap. Permainan kreatif memang sangat diperlukan oleh anak, tetapi <strong>berbicara dengan anak juga merupakan hal yang sangat penting</strong>. Keduanya, dan tentunya termasuk juga stimulasi untuk perkembangan fisik, harus diberikan dengan seimbang.</p>
<p>Selain itu, banyak orangtua yg memberikan mainan kepada anaknya tanpa tahu fungsi dari mainan tsb. Dan ini adalah masalah yg paling sering ditemukan. Orgtua membelikan mainan yg cukup mahal harganya, tanpa mengetahui tujuan dan fungsi otak bagian mana yg distimulasi oleh permainan tsb.</p>
<p>Dengan mengetahui perilaku dan psikologi anak, anda akan lebih memahami tentang jenis mainan yg perlu diberikan pada usia tertentu yang akan merangsang pertumbuhan anak.Â  Jangan sampai mainan tsb membuat bosan atau sebaliknya justru membuat stress anak anda karena stimulasi yg diterima oleh anak anda tidak sesuai dg usianya.</p>
<h3>Mengapa keterlambatan kemampuan bahasa/komunikasi baru kelihatan setelah anak tersebut menginjak usia 3-4 tahun ?</h3>
<p>Disinilah pentingnya anda mengetahui betapa pentingnya arti <strong>3 TAHUN PERTAMA</strong> pada kehidupan anak anda. Keterlambatan perkembangan anak sering terjadi karena kurangnya stimulasi yang seharusnya diperoleh oleh anak pada 3 tahun pertamanya.</p>
<p>Jika anak anda mempunyai kesempatan untuk melakukan seluruh kegiatan yang memberinya stimulasi-stimulasi yang benar, yakinlah bahwa anak anda pasti akan tumbuh dengan cerdas baik dalam segi fisik, mental maupun sosial.</p>
<h3>Stimulasi dan tindakan apa saja yang diperlukan oleh anak anda ?</h3>
<p>Pada dasarnya, stimulasi yang diperlukan oleh anak adalah:</p>
<ol>
<li>Stimulasi perkembangan emosi.</li>
<li>Stimulasi perkembangan fisik melalui kebiasaan dan rutinitas.</li>
<li>Stimulasi perkembangan fisik melalui koordinasi gerakan kasar dan halus.</li>
<li>Stimulasi perkembangan indera.</li>
<li>Stimulasi perkembangan bahasa/komunikasi.</li>
</ol>
<p>Apa saja yang perlu anda lakukan untuk melakukan stimulasi di atas ?</p>
<p>Informasi detilnya bisa anda peroleh dengan cara <a href="http://ebook.balitacerdas.com/" target="_blank"><strong> klik disini </strong></a>.</p>
<p>Semoga informasi ini berguna bagi kita semua sbg orangtua yg peduli dg perkembangan anak.</p>
<p><em>The First Years Last Forever&#8230;</em><br />
<strong>Waktu Anak Anda Tidak Akan Pernah Kembali Lagi !</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/02/sudah-benarkah-permainan-kreatif-anak-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Flash Card: Permainan yang Sangat Menakjubkan!</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/02/flash-card-permainan-yang-sangat-menakjubkan/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/02/flash-card-permainan-yang-sangat-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 14:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2004/10/11/flash-card-permainan-yang-sangat-menakjubkan/</guid>
		<description><![CDATA[Flash Card (FC) adalah kartu permainan yang SANGAT EFEKTIF untuk membantu anak anda belajar membaca sejak usia sedini mungkin.Â FC juga sangat efektif untuk melatih daya imajinasi anak!FC sudah sangat populer di negara-negara maju, tapi masih sangat sedikit sekali dikenal di Indonesia. FC BalitaCerdas memperoleh tanggapan yang SANGAT LUAR BIASA di Indonesia karena merupakan FC [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Flash Card (FC)</strong> adalah kartu permainan yang SANGAT EFEKTIF untuk membantu anak anda belajar <strong>membaca</strong> sejak usia sedini mungkin.Â  FC juga sangat efektif untuk melatih <strong>daya imajinasi anak!</strong><span id="more-8"></span>FC sudah sangat populer di negara-negara maju, tapi masih sangat sedikit sekali dikenal di Indonesia. FC BalitaCerdas memperoleh tanggapan yang <strong>SANGAT LUAR BIASA</strong> di Indonesia karena merupakan FC dalam Bahasa Indonesia yang PERTAMA.</p>
<p>FC ini bisa diterapkan untuk anak usia <strong>4 BULAN KEATAS</strong>.</p>
<p>Manfaat:</p>
<ul>
<li>Belajar membaca sejak usia sedini mungkin &#8212; Metode Glenn Doman</li>
<li>Mengembangkan daya ingat otak kanan &#8212; Metode Shichida</li>
<li>Melatih kemampuan konsentrasi</li>
<li>Meningkatkan perbendaharaan kata dengan cepat</li>
</ul>
<p><a href="http://www.balitacerdas.com/fc" target="_blank"><strong>Klik Disini</strong></a> untuk informasi lebih lanjut !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/02/flash-card-permainan-yang-sangat-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Permainan pada Perkembangan Anak</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/01/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/01/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jan 2008 14:44:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2003/12/22/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/</guid>
		<description><![CDATA[Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan seseorang untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Ada orang tua yang berpendapat bahwa anak yang terlalu banyak bermain akan membuat anak menjadi malas bekerja dan bodoh. Anggapan ini kurang bijaksana, karena beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. <span id="more-10"></span></p>
<h3>Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak:</h3>
<p><strong>1. Kesehatan</strong><br />
Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.</p>
<p><strong>2. Intelegensi</strong><br />
Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.</p>
<p><strong>3. Jenis kelamin</strong><br />
Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.</p>
<p><strong>4. Lingkungan</strong><br />
Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.</p>
<p><strong>5. Status sosial ekonomi</strong><br />
Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.</p>
<p><strong>Pengaruh bermain bagi perkembangan anak</strong><br />
Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak<br />
Bermain dapat digunakan sebagai terapi<br />
Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak<br />
Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak<br />
Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak<br />
Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak</p>
<p><strong>Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak</strong></p>
<p><strong>A. Permainan Aktif</strong></p>
<p><strong>1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi</strong><br />
Dalam permainan ini anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya, tidak ada aturan-aturan dalam permainan tersebut. Anak akan terus bermain dengan permainan tersebut selama permainan tersebut menimbulkan kesenangan dan anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkannya. Dalam permainan ini anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.</p>
<p><strong>2. Drama</strong><br />
Dalam permainan ini, anak memerankan suatu peranan, menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan yang nyata, atau dalam mass media.</p>
<p><strong>3. Bermain musik</strong><br />
Bermain musik dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.</p>
<p><strong>4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu</strong><br />
Kegiatan ini sering menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya. Di samping itu, mengumpulkan benda-benda dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak. Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.</p>
<p><strong>5. Permainan olah raga</strong><br />
Dalam permainan olah raga, anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya. Di samping itu, kegiatan ini mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.</p>
<p><strong>B. Permainan Pasif</strong></p>
<p><strong>1. Membaca</strong><br />
Membaca merupakan kegiatan yang sehat. Membaca akan memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.</p>
<p><strong>2. Mendengarkan radio</strong><br />
Mendengarkan radio dapat mempengaruhi anak baik secara positif maupun negatif. Pengaruh positifnya adalah anak akan bertambah pengetahuannya, sedangkan pengaruh negatifnya yaitu apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.</p>
<p><strong>3. Menonton televisi</strong><br />
Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.</p>
<p>(sumber: iqeq.web.id)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/01/pengaruh-permainan-pada-perkembangan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gemar Membaca</title>
		<link>http://balitacerdas.com/new/2008/01/gemar-membaca/</link>
		<comments>http://balitacerdas.com/new/2008/01/gemar-membaca/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jan 2008 12:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku dan Mainan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://balitacerdas.com/new/2003/12/22/gemar-membaca/</guid>
		<description><![CDATA[Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat berkelana ke berbagai negara, bahkan ke dunia dongeng sekalipun. Pendeknya, dengan membaca, wawasan pengetahuan kita akan semakin luas. Namun, sayangnya tidak semua anak gemar membaca. Nah, bagaimana caranya membuat anak kita gemar membaca? Kenalkan buku sejak dini Buku cerita yang cocok untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Buku adalah jendela pengetahuan. Dengan membaca buku, kita dapat menyerap banyak informasi, dapat berkelana ke berbagai negara, bahkan ke dunia dongeng sekalipun. Pendeknya, dengan membaca, wawasan pengetahuan kita akan semakin luas. Namun, sayangnya tidak semua anak gemar membaca. Nah, bagaimana caranya membuat anak kita gemar membaca? <span id="more-11"></span></p>
<h3>Kenalkan buku sejak dini</h3>
<p>Buku cerita yang cocok untuk balita adalah yang memiliki banyak gambar dengan tulisan yang sedikit. Gambar yang berwarna akan lebih menarik daripada gambar yang hitam putih. Biarkan anak memilih sendiri buku yang ingin dibacanya, sehingga ia lebih antusias dalam membaca.</p>
<p><strong>Bacakan buku cerita dengan menarik</strong><br />
Dalam membaca cerita, usahakan sehidup mungkin sehingga anak dapat merasa seolah-olah berada di dalam cerita tersebut. Atur nada suara dan bumbui dengan gerakan-gerakan tubuh yang berekspresi untuk membangun suasana yang hidup. Bahkan bayi pun dapat menikmati buku yang dibacakan, yaitu dari irama suara dan kehangatan tubuh pembaca yang memangkunya.</p>
<p><strong>Model orang tua</strong><br />
Orang tua harus menjadi contoh yang baik. Bila orang tua gemar membaca, menyediakan bacaan yang memadai dan mengatur suasana rumah yang mendukung untuk membaca, maka niscaya anak akan ikut gemar membaca.</p>
<p>(sumber: kak-seto.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://balitacerdas.com/new/2008/01/gemar-membaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

